Teks Coment
Ilmu Geografi Dunia
Rabu, 28 Maret 2012
Pengembangan Kurikulum Pendidikan
DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam sistem pendidikan, sebab dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang harus dicapai seingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap siswa. Oleh karena begitu pentingnya fungsi dan peran kurikulum, maka setiap pengembangan kurikulum pada jengjang mana pun harus didasarkan pada asas-asas tertentu. Fungsi asas atau landasan pengembangn kurikulum adalah seperti fondasi sebah bangunan.
Pengembangan kurikulum pada hakekatnya proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaiman mempelajarinya. Namun demikian, persoalan mengembangkan isi dan bahan pelajaran serta bgaimn belajar siswa bukanlah proses yang sederhana, sebab menentukan isi atau muatan kurikulum harus berangkat dari visi dan misi serta tujuan yang ingin dicapai; sedangkan menentukan tujuan erat kaitannya dengan persoalan sisitem nilai dan kebutuhan masyarakat. Persoalan inilah yang kemudian membawa kita pada persoalan menentukan hal-hal yang mendasar dalam proses pengembangan kurikulum yang kemudian kita namakan asas-asas atau landasan pengembangan kurikulum
Seller dan Miller (1985) mengemukakan bahwa proses pengembangan kurikulum adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Seller memandang bahwa pengembangan kurikulum harus dimulai dari menentukan dari orientasi kurikulum, yakni kebijakan-kebijakan umum, misalnya arah dan tujua pendidikan, pandangan tentang hakekat belajar dan hakekat anak didik, pandangan tentang keberhasilan implementasi kurikulum, dan lain sebagainya. Bedasarkan orientasi itu, selanjutnya dikembangkan kurikulum menjadi pedoman pembelajaran, diimplementasikan dalam proses pembelajaran dan evaluasi. Hasil evaluasi itulah kemudian dijadika bahan menentkan orientasi, begitu seterusnya, hingga membentuk siklus.
Orientasi pengembangan kurikulum menurut Seller menyngkut enam aspek:
1. Tujuan pendidikan menyangkut arah kegiatan pendidikan.
2. Pandangan tentang anak
3. Pandangan tentang proses pembelajaran
4. Pandangan tentang lingkungn
5. Konsepsi tentang peranan guru
6. Evaluasi hasil belajar
Dengan demikian, maka pengembangan kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya, yaitu sisi kurikulum sebagai pedoman yang kemudian membentuk krikulum tertulis (written curriculum atau document curriculum) dan sisi kurikulum sebagai implementasi yang tidak lain adalah sistem pembelajaran.
Ada dua hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan isi pengembagan kurikulum yaitu:
1. Rentangan kegiatan (Range of Activity)
Pengembangan kurikulum biasaya diawali dengan rancangan kebijakan kurikulum, rancangan bidang studi, program pengajran, unit pengajaran, dan rencana pembelajran. Kebijakan kurikulum merupakan otoritas pemegang kebijakan pendidikan. Kebijakan kurikulum memuat tentang apa yang harua diajarkan dan berfungsi sebagai pedoman bagi para pengembang kurikulum lebih lanjut.kebjijakan kurikulum pada dasarnya merupaka keputusan yang ditentukan dari hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Menentukan kebijakan kurikulum harus dilaksanakan secara hati-hati, sebab akan mempengaruhi berbagai kebijakan pendidikan lainnya.
Seperti McNeil (1989), juga mengemukakan bahwa kegiatan pengembanga krikulum meliputi dua proses utama, yakni pengembangan pedoman kurikulum dan pengembangan pedoman instruksional. Pedoman kurikulum berisi tentang rumusan-ru musan normative tentang isi kurikulum. Sedangkan pedoman instruksionl disusun oleh guru sebagai pedoman dlam menyelengggarakan pembelajaran atau sebagai pedoman implementasi kurikulum.
2.
Tujuan kelembagan (Institusional Purpose)
Tujuan kelembagan sama artinya dengan visi dan misi sekolah. Pengembangan kurikulum selamanya hars berjalan sejalan dengan visi dan misi sekolah yang bersangkutan, karena kurikulum pada hakikatnya disusun untuk mencapai tujuan yang sekolah. Setiap jenis sekolah akan memiliki visi dan misi yang berbeda.
Pengembangan landasan kurikulum terdiri atas tiga sumber yakni:
-Studi tentang hakikat dan nilai ilmu pengetahuan sebagai aspek filosofis
-Studi tentang kehidupan sebagai aspek social budaya
-Studi tentang siswa dan teori belajar sebagai aspek psikologis.
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peranan penting dalam sistem pendidikan, sebab dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang harus dicapai seingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki setiap siswa. Oleh karena begitu pentingnya fungsi dan peran kurikulum, maka setiap pengembangan kurikulum pada jengjang mana pun harus didasarkan pada asas-asas tertentu. Fungsi asas atau landasan pengembangn kurikulum adalah seperti fondasi sebah bangunan.
Pengembangan kurikulum pada hakekatnya proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaiman mempelajarinya. Namun demikian, persoalan mengembangkan isi dan bahan pelajaran serta bgaimn belajar siswa bukanlah proses yang sederhana, sebab menentukan isi atau muatan kurikulum harus berangkat dari visi dan misi serta tujuan yang ingin dicapai; sedangkan menentukan tujuan erat kaitannya dengan persoalan sisitem nilai dan kebutuhan masyarakat. Persoalan inilah yang kemudian membawa kita pada persoalan menentukan hal-hal yang mendasar dalam proses pengembangan kurikulum yang kemudian kita namakan asas-asas atau landasan pengembangan kurikulum
Seller dan Miller (1985) mengemukakan bahwa proses pengembangan kurikulum adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Seller memandang bahwa pengembangan kurikulum harus dimulai dari menentukan dari orientasi kurikulum, yakni kebijakan-kebijakan umum, misalnya arah dan tujua pendidikan, pandangan tentang hakekat belajar dan hakekat anak didik, pandangan tentang keberhasilan implementasi kurikulum, dan lain sebagainya. Bedasarkan orientasi itu, selanjutnya dikembangkan kurikulum menjadi pedoman pembelajaran, diimplementasikan dalam proses pembelajaran dan evaluasi. Hasil evaluasi itulah kemudian dijadika bahan menentkan orientasi, begitu seterusnya, hingga membentuk siklus.
Orientasi pengembangan kurikulum menurut Seller menyngkut enam aspek:
1. Tujuan pendidikan menyangkut arah kegiatan pendidikan.
2. Pandangan tentang anak
3. Pandangan tentang proses pembelajaran
4. Pandangan tentang lingkungn
5. Konsepsi tentang peranan guru
6. Evaluasi hasil belajar
Dengan demikian, maka pengembangan kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya, yaitu sisi kurikulum sebagai pedoman yang kemudian membentuk krikulum tertulis (written curriculum atau document curriculum) dan sisi kurikulum sebagai implementasi yang tidak lain adalah sistem pembelajaran.
Ada dua hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan isi pengembagan kurikulum yaitu:
1. Rentangan kegiatan (Range of Activity)
Pengembangan kurikulum biasaya diawali dengan rancangan kebijakan kurikulum, rancangan bidang studi, program pengajran, unit pengajaran, dan rencana pembelajran. Kebijakan kurikulum merupakan otoritas pemegang kebijakan pendidikan. Kebijakan kurikulum memuat tentang apa yang harua diajarkan dan berfungsi sebagai pedoman bagi para pengembang kurikulum lebih lanjut.kebjijakan kurikulum pada dasarnya merupaka keputusan yang ditentukan dari hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Menentukan kebijakan kurikulum harus dilaksanakan secara hati-hati, sebab akan mempengaruhi berbagai kebijakan pendidikan lainnya.
Seperti McNeil (1989), juga mengemukakan bahwa kegiatan pengembanga krikulum meliputi dua proses utama, yakni pengembangan pedoman kurikulum dan pengembangan pedoman instruksional. Pedoman kurikulum berisi tentang rumusan-ru musan normative tentang isi kurikulum. Sedangkan pedoman instruksionl disusun oleh guru sebagai pedoman dlam menyelengggarakan pembelajaran atau sebagai pedoman implementasi kurikulum.
2.
Tujuan kelembagan (Institusional Purpose)
Tujuan kelembagan sama artinya dengan visi dan misi sekolah. Pengembangan kurikulum selamanya hars berjalan sejalan dengan visi dan misi sekolah yang bersangkutan, karena kurikulum pada hakikatnya disusun untuk mencapai tujuan yang sekolah. Setiap jenis sekolah akan memiliki visi dan misi yang berbeda.
Pengembangan landasan kurikulum terdiri atas tiga sumber yakni:
-Studi tentang hakikat dan nilai ilmu pengetahuan sebagai aspek filosofis
-Studi tentang kehidupan sebagai aspek social budaya
-Studi tentang siswa dan teori belajar sebagai aspek psikologis.
Kerjakan Skripsi
Teknik Cepat analisa data Penyusunan Proposal Skripsi dan Penyelesaian
Anda Pusing dengan Skripsi, Padahal Skripsi itu tidak begitu Sulit dan Rumit asalkan kita menguasai Metodologi Penelitian secar Benar, Ibarat orang berjalan Apabila arah mata angin saja Bingung bagaimana seseorang bisa sampai Tujuan, begitu Fenomena para Mahasiswa saat ini, yang Akibatnya Menghabiskan Uang dan Waktu, padahal jika mampu memahami Metodologi Secara Benar Skripsi bukanlah hal yang sulit. Sehubungan dengan hal itu, maka untuk Membantu para kita Mahasiswa agar tidak Terjerumus lebih dalam dari Lembah KeBingungan-kebingungan (Depresi) berkaitan dengan Masalah Skripsi tsb, Maka perlu untuk segera diPikirkan Solusi apa yang dapat mengatasinya. Karena jika hal tersebut tidak sesegera dilakukan, maka banyak Mahasiswa akan lebih Depresi, Putus Asa dan Lebih Malas lagi menyelesaikan Skripsinya.
Setelah anda memiliki bahan yang cukup, langkah berikutnya adalah analisa data penyusunan Proposal skripsi dan Penyelesaianya. Trik cepat bagaimana menganalisa data, Teknik yang saya dapat dari seorang Sarjan hukum ketika beliau masih menjadi pembimbing skrip
si. sekarang beliau sudah bekerja di Jakarta sebagai Consultan di sebuah Perusahaan di Jakarta. saya sangat berkesan ketika beliau membuka rahasia bagaimana penyusunan bahan secara cepat dengan begitu banyak bahan. Ternyata teknik nya cukup sederhana hanya dengan menggunakan TABEL dengan mengelompokkan menjadi beberapa bagian.
Kolom Pertama Objek yang mau di teliti (Pokok bahasan yang mau di teliti)
Kolom Kedua Letak (Halamam bahan) untuk mempermudah mengingat2 letak jika sewaktu2 di butuhkan
Kolom Ketiga Analisa Teori (Praktek/Pelaksanaanya dari teori), Kelemahan, Kelebihan, Masalah-masalah yang muncul dalam pelaksanaan teori
Kolom Keempat Kesimpulan Sementara (Kesimpulan Bab dan Sub Bab)
Kolom Kelima Sumber Referensi/Daftar pustaka (Judul. Halaman, Url/ Halamam Website)
Dengan menggunakan tabel di atas, terbukti sangat membantu mempercepat dan mempermudah dalam penyusunan Skripsi di banding menggunakan teknik biasa. Jika anda serius dan fokus dalam waktu kurang dari 7 X 24 Jam anda bisa menyelesaikan khususnya dalam penyusunan proposal skripsi. Kendala yang sering muncul adalah antara Dosen 1 dan 2 sering terjadi perbedaan analisa, nahh ini lah menariknya skripsi, bisa cepat Finish bisa juga lambat tergantung dari keseriusan yang mengerjakan.
Skripsi Selesai, Gelar Sarjana terCapai.
Anda Pusing dengan Skripsi, Padahal Skripsi itu tidak begitu Sulit dan Rumit asalkan kita menguasai Metodologi Penelitian secar Benar, Ibarat orang berjalan Apabila arah mata angin saja Bingung bagaimana seseorang bisa sampai Tujuan, begitu Fenomena para Mahasiswa saat ini, yang Akibatnya Menghabiskan Uang dan Waktu, padahal jika mampu memahami Metodologi Secara Benar Skripsi bukanlah hal yang sulit. Sehubungan dengan hal itu, maka untuk Membantu para kita Mahasiswa agar tidak Terjerumus lebih dalam dari Lembah KeBingungan-kebingungan (Depresi) berkaitan dengan Masalah Skripsi tsb, Maka perlu untuk segera diPikirkan Solusi apa yang dapat mengatasinya. Karena jika hal tersebut tidak sesegera dilakukan, maka banyak Mahasiswa akan lebih Depresi, Putus Asa dan Lebih Malas lagi menyelesaikan Skripsinya.
Setelah anda memiliki bahan yang cukup, langkah berikutnya adalah analisa data penyusunan Proposal skripsi dan Penyelesaianya. Trik cepat bagaimana menganalisa data, Teknik yang saya dapat dari seorang Sarjan hukum ketika beliau masih menjadi pembimbing skrip
si. sekarang beliau sudah bekerja di Jakarta sebagai Consultan di sebuah Perusahaan di Jakarta. saya sangat berkesan ketika beliau membuka rahasia bagaimana penyusunan bahan secara cepat dengan begitu banyak bahan. Ternyata teknik nya cukup sederhana hanya dengan menggunakan TABEL dengan mengelompokkan menjadi beberapa bagian.
Kolom Pertama Objek yang mau di teliti (Pokok bahasan yang mau di teliti)
Kolom Kedua Letak (Halamam bahan) untuk mempermudah mengingat2 letak jika sewaktu2 di butuhkan
Kolom Ketiga Analisa Teori (Praktek/Pelaksanaanya dari teori), Kelemahan, Kelebihan, Masalah-masalah yang muncul dalam pelaksanaan teori
Kolom Keempat Kesimpulan Sementara (Kesimpulan Bab dan Sub Bab)
Kolom Kelima Sumber Referensi/Daftar pustaka (Judul. Halaman, Url/ Halamam Website)
Dengan menggunakan tabel di atas, terbukti sangat membantu mempercepat dan mempermudah dalam penyusunan Skripsi di banding menggunakan teknik biasa. Jika anda serius dan fokus dalam waktu kurang dari 7 X 24 Jam anda bisa menyelesaikan khususnya dalam penyusunan proposal skripsi. Kendala yang sering muncul adalah antara Dosen 1 dan 2 sering terjadi perbedaan analisa, nahh ini lah menariknya skripsi, bisa cepat Finish bisa juga lambat tergantung dari keseriusan yang mengerjakan.
Skripsi Selesai, Gelar Sarjana terCapai.
Langganan:
Komentar (Atom)


